DARI KORAN BEKAS JADI KARYA BERNILAI, GM PLN UID Bali Apresiasi Kreativitas Warga Binaan Rutan Klungkung

DENPASAR, INFO_PAS – Kreativitas warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Klungkung mendapat apresiasi dari General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Ajrun Karim. Apresiasi tersebut disampaikan saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Dr. Andi Wijaya Rivai, melakukan kunjungan ke PLN UID Bali. Pada akhir kunjungan, Kakanwil Ditjenpas Bali menyerahkan cinderamata kepada GM PLN UID Bali berupa kotak tisu hasil karya warga binaan Rutan Kelas IIB Klungkung. (02/09)

Kotak tisu tersebut memiliki nilai tersendiri karena dibuat dengan memanfaatkan koran bekas sebagai bahan utama, yang kemudian diolah, diberi warna, dan dihias sedemikian rupa hingga menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai guna. Karya tersebut merupakan salah satu hasil dari pembinaan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan Rutan Kelas IIB Klungkung sebagai bagian dari upaya membekali mereka dengan keterampilan yang produktif dan bermanfaat.

Ajrun Karim mengapresiasi kreativitas warga binaan yang mampu mengubah bahan sederhana dan barang bekas menjadi sebuah produk yang memiliki nilai estetika dan fungsi. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bahan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif apabila didukung dengan kemauan dan keterampilan.

“Kami sangat mengapresiasi hasil karya warga binaan ini. Dari bahan yang sederhana seperti koran bekas ternyata dapat diolah menjadi produk yang bagus, unik, dan memiliki nilai guna. Ini menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kreativitas dan potensi yang luar biasa apabila diberikan kesempatan dan pembinaan yang tepat,” ujar Ajrun Karim.

Kakanwil Ditjenpas Bali, Dr. Andi Wijaya Rivai menyampaikan bahwa cinderamata tersebut merupakan representasi dari hasil pembinaan yang dilakukan jajaran Pemasyarakatan Bali. Pemberian hasil karya warga binaan kepada stakeholder juga menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan bahwa warga binaan memiliki potensi, kreativitas, serta kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai.
“Cinderamata ini bukan sekadar sebuah barang, tetapi merupakan hasil dari proses pembinaan dan kreativitas warga binaan. Kami berharap melalui apresiasi dari berbagai pihak, warga binaan semakin termotivasi untuk berkarya dan mengembangkan keterampilannya,” ujar Andi Wijaya Rivai.

Apresiasi dari GM PLN UID Bali terhadap karya tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas program pembinaan. Lebih dari sekadar sebuah cinderamata, kotak tisu tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan yang tepat mampu mengubah keterbatasan menjadi kreativitas, dan kreativitas menjadi karya yang bernilai serta mendapat apresiasi dari masyarakat.