BADUNG, INFO_PAS – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Dr. Andi Wijaya Rivai, menghadiri kegiatan Safari Kesehatan Badung Peduli yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Kerobokan. Kehadiran Kakanwil menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam pemenuhan hak kesehatan warga binaan. (03/09)
Kegiatan Safari Kesehatan Badung Peduli merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang turut menyasar WBP di LPP Kelas IIA Kerobokan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Selain layanan kesehatan bagi WBP, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama sekaligus peluncuran resmi Program “SIGAP EMAS”, yaitu program pendampingan tumbuh kembang anak bawaan warga binaan pada periode emas. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak yang berada bersama ibunya selama menjalani masa pembinaan di LPP Kelas IIA Kerobokan.
Kakanwil Ditjenpas Bali menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Safari Kesehatan Badung Peduli serta hadirnya Program SIGAP EMAS. Menurutnya, pelayanan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan warga binaan, tetapi juga harus memperhatikan pemenuhan hak dasar, termasuk kesehatan serta kebutuhan anak bawaan warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Badung melalui Safari Kesehatan Badung Peduli dan Program SIGAP EMAS. Pemenuhan layanan kesehatan bagi warga binaan merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemasyarakatan. Di sisi lain, keberadaan anak yang turut menjalani keseharian bersama ibunya di dalam lapas juga membutuhkan perhatian khusus, terutama pada masa tumbuh kembangnya,” ujar Andi Wijaya Rivai.
Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin humanis, inklusif, dan berorientasi pada pemenuhan hak. Ia berharap kerja sama yang terbangun dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi WBP maupun anak bawaan warga binaan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. Sinergi antara Pemasyarakatan dan Pemerintah Kabupaten Badung merupakan langkah penting untuk memastikan warga binaan memperoleh layanan yang layak, sementara anak-anak tetap mendapatkan hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara jajaran Pemasyarakatan dan Pemerintah Kabupaten Badung, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kemanusiaan.