DENPASAR, INFO_PAS – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, melaksanakan Rapat Tim Penilai Kinerja yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pejabat Administrator serta Kepala Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kantor Wilayah. Senin (23/2)
Pelaksanaan rapat tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola manajemen sumber daya manusia serta optimalisasi kinerja organisasi di lingkungan Pemasyarakatan Bali. Adapun pembahasan dalam rapat difokuskan pada strategi manajemen dan mobilisasi sumber daya manusia, khususnya pada jabatan pelaksana dan jabatan eselon V.
Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian antara kebutuhan organisasi dan ketersediaan pegawai, guna mewujudkan distribusi SDM yang proporsional, efektif, serta selaras dengan prinsip profesionalitas dan akuntabilitas.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, menegaskan bahwa proses penilaian dan penataan pegawai harus dilaksanakan secara objektif, terukur, dan berbasis pada capaian kinerja serta kebutuhan riil organisasi
“Penataan dan mobilisasi sumber daya manusia merupakan langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi berjalan optimal. Setiap keputusan harus didasarkan pada pertimbangan kompetensi, integritas, serta kebutuhan organisasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dinamika organisasi menuntut respons yang cepat dan tepat dalam pengelolaan SDM, terutama pada jabatan pelaksana dan eselon V yang memiliki peran signifikan dalam mendukung kelancaran tugas teknis dan administratif pada masing-masing satuan kerja.
Melalui Rapat Tim Penilai Kinerja ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi yang komprehensif dan akuntabel sebagai dasar pengambilan kebijakan manajemen SDM, sehingga mampu mendorong peningkatan efektivitas organisasi serta optimalisasi pelayanan publik di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali.