DENPASAR, INFO_PAS – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Dr. Andi Wijaya Rivai, membuka secara langsung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Tata Kelola Ketahanan Pangan Terintegrasi Pemasyarakatan Bali Berbasis Kearifan Lokal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka proyek perubahan Subak PAS Bali dengan menghadirkan para akademisi dari Universitas Warmadewa Bali serta perwakilan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk memberikan masukan dalam penyusunan pedoman ketahanan pangan pemasyarakatan, Selasa (27/10).
Materi kegiatan dipaparkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Ni Nyoman Budi Utami, yang menjelaskan tujuh aspek utama tata kelola ketahanan pangan, meliputi pemetaan potensi dan kebutuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT), pengelolaan lahan, keterlibatan sumber daya manusia, pengembangan keterampilan, sarana dan prasarana, perencanaan anggaran dan pembiayaan, serta penyusunan program kerja setiap UPT. Pembahasan ini bertujuan menyusun pedoman yang terarah dan aplikatif sesuai dengan potensi serta kebutuhan masing-masing UPT Pemasyarakatan di Bali.
Dalam penyusunan pedoman tersebut, turut dibahas penerapan smart farming berbasis teknologi, urban farming untuk pemanfaatan lahan terbatas, serta konsep zero waste melalui pengelolaan limbah dan daur ulang. Keterlibatan petugas dan warga binaan juga menjadi perhatian, termasuk melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta pengembangan keterampilan dalam kegiatan produksi dan pengolahan hasil pertanian. Dukungan sarana prasarana dan pembiayaan melalui anggaran DIPA maupun kemitraan turut menjadi bagian dari pembahasan untuk memastikan keberlanjutan program.
Melalui FGD ini, Kanwil Ditjenpas Bali berupaya menyempurnakan pedoman tata kelola ketahanan pangan yang terintegrasi dengan mengedepankan kearifan lokal Bali. Melalui proyek perubahan Subak PAS Bali, program ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya di lingkungan pemasyarakatan, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta mendorong kemandirian pangan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan di seluruh UPT Pemasyarakatan Bali.