PERKUAT KETAHANAN PANGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL, Kanwil Ditjenpas Bali Bentuk Tim Kerja Subak PAS Bali

DENPASAR, INFO_PAS — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pembentukan Tim Kerja Subak PAS Bali sebagai bagian dari Rancangan Proyek Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXXIII. Inovasi bertajuk Sistem Unggul Aksi dan Kolaborasi Transformasi Tata Kelola Ketahanan Pangan Terintegrasi Pemasyarakatan Bali Berbasis Kearifan Lokal ini dirancang untuk membangun tata kelola ketahanan pangan yang terintegrasi, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan, Rabu (21/10).

Program Subak PAS Bali dilatarbelakangi oleh pentingnya optimalisasi sumber daya dan potensi lahan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk mendukung kemandirian pangan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah budidaya cabai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan, kondisi lingkungan, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta aspek keamanan agar pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan UPT.

Melalui pembentukan Tim Kerja Subak PAS Bali, perencanaan dan pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan secara terkoordinasi melalui pembagian tugas, penetapan target, penyediaan kebutuhan budidaya, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi. Kegiatan budidaya cabai juga berpotensi menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga penanganan hasil panen, dengan tetap memperhatikan pengawasan petugas dan keamanan lingkungan.

Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Kedua Presiden dan Wakil Presiden serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung kemandirian pangan. Dengan mengedepankan semangat aksi, kolaborasi, dan kearifan lokal Bali, Subak PAS Bali diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi pertanian UPT Pemasyarakatan sekaligus mewujudkan sistem ketahanan pangan yang produktif dan berkelanjutan.