MENGHAPUS STIGMA DENGAN ESTETIKA, PRODUK HASIL KARYA WARGA BINAAN HADIR DI KANTOR IMIGRASI SINGARAJA

SINGARAJA,INFO-PAS – Suasana berbeda tampak di Lounge Layanan Publik Kantor Imigrasi Singaraja, ruang tunggu tersebut kini dipenuhi dengan deretan produk kreatif mulai dari kerajinan tangan hingga camilan khas daerah. (25/02)

Produk-produk tersebut merupakan hasil karya nyata para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor UMKM. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi kreativitas dan produktivitas. Melalui pameran yang ditempatkan di titik strategis layanan publik, para pemohon paspor maupun warga negara asing (WNA) dapat melihat langsung kualitas produk yang tidak kalah dengan buatan pabrikan.

Lapas Kelas IIB Singaraja aktif dalam fasilitasi penyediaan gerai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil karya Warga Binaan. Inisiatif ini menjadi implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, sekaligus tindak lanjut atas surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-UM.01.01-27 tanggal 26 Januari 2026 tentang fasilitasi gerai produk UMKM Warga Binaan pada lounge Imigrasi, serta surat permohonan audiensi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali.

Kakanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah juga mengucapkan apresiasi kegiatan ini “ Dari kerajinan tangan hingga seni ukir, semuanya dikerjakan dengan ketelitian tinggi. Kantor Imigrasi adalah jendela dunia karena dikunjungi banyak orang, termasuk warga asing. Kami bangga menunjukkan bahwa produk lokal buatan warga binaan Singaraja mampu bersaing secara estetika dan kualitas.” Ujar Decky Nurmansyah.

Bagi Lapas Singaraja, kehadiran gerai UMKM ini tidak sekadar sebagai ruang display produk, tetapi langkah strategis untuk menghubungkan hasil pembinaan dengan ruang publik secara langsung sebagai proses reintegrasi sosial yang terukur dan berkelanjutan.

Dengan adanya gerai ini diharapkan dapat mengikis stigma negatif terhadap warga binaan. Dengan melihat langsung hasil karya mereka, masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moril bagi para WBP agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan yang mumpuni setelah masa pidananya usai.