Siap Wujudkan Transformasi Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Bali Dukung Kerjasama Ditjenpas dengan 9 Mitra Strategis

Denpasar, INFO-PAS – Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Ni Nyoman Budi Utami dan Kepala Pelayanan dan Pembinaan, I Wayan Putu Sutresna mengikuti kegiatan penandatanganan naskah kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dengan sembilan 9 mitra strategis secara virtual melalui aplikasi Zoom. (01/07)

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Ditjenpas dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan fungsi pemasyarakatan, khususnya dalam hal pembinaan, pembimbingan, serta reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam arahannya menekankan pentingnya keterbukaan seluruh jajaran, termasuk para Kepala Kantor Wilayah dan Kepala UPT Pemasyarakatan, untuk aktif menjalin kerja sama dengan para stakeholder terkait. Beliau menekankan bahwa hal ini juga menjadi tanggung jawab kita semua agar WBP yang bebas nanti punya bekal, punya keahlian, dan siap kembali ke Masyarakat..

Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan yang berkualitas tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemasyarakatan, melainkan harus melibatkan berbagai elemen, mulai dari dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga tokoh masyarakat.

Selain itu, Dirjenpas menyampaikan kembali terkait upaya pengurangan over kapasitas Lapas dan Rutan. Salah satunya adalah melalui pemberian remisi tambahan bagi WBP yang dinilai berjasa dalam membantu pelaksanaan tugas-tugas di dalam lapas/rutan, yang dikenal dengan istilah Remisi Pemuka.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan di wilayah Bali siap bersinergi dan mengimplementasikan kerja sama yang telah disepakati, demi peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, Ditjenpas berharap seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia, termasuk di Bali, semakin aktif menjalin kemitraan dan menjalankan pembinaan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan. Ini adalah langkah nyata menuju sistem pemasyarakatan yang lebih baik.