BADUNG, INFO_PAS — World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 berlangsung khidmat dan penuh makna di Bali. Rangkaian kegiatan diawali dengan opening session yang digelar di Nusantara Ballroom, menghadirkan keynote speaker Collie F. Brown, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi global dalam memperkuat sistem pemasyarakatan berbasis rehabilitasi dan reintegrasi sosial. (16/04)
Dalam sesi pembuka tersebut, Collie F. Brown menekankan bahwa keberhasilan sistem probation dan parole tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dan lembaga non-pemerintah dalam memberikan kesempatan kedua bagi individu yang pernah berhadapan dengan hukum.
Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan break sekaligus perpindahan peserta ke delapan ruang sidang (Session Rooms) yang telah disiapkan. Pada sesi paralel ini, para pembicara dari berbagai negara memaparkan praktik terbaik, inovasi kebijakan, serta pengalaman masing-masing dalam mengelola sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Memasuki agenda penutup, seluruh peserta kembali berkumpul dalam WCPP Closure 2026 yang diawali dengan Wrap Up Plenary oleh Veronica Cunningham. Dalam pemaparannya, ia merangkum berbagai poin penting hasil diskusi selama kongres serta menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama internasional di bidang pemasyarakatan.
Sebagai bagian dari seremoni penutupan, dilakukan penyerahan tongkat estafet penyelenggaraan WCPP kepada Latvia sebagai tuan rumah berikutnya. Momentum ini menjadi simbol keberlanjutan kolaborasi global dalam pengembangan sistem probation dan parole yang lebih progresif.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan menonton pertunjukan kecak dan acara makan malam bersama (dinner) yang diselenggarakan di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai malam penutupan, sekaligus menjadi ajang mempererat jejaring internasional antar peserta dari berbagai negara.