PASTIKAN KUALITAS PELAYANAN DAN PEMBINAAN, SESDITJENPAS DAN DIREKTUR SSPP DAMPINGI KUNJUNGAN KERJA DPR RI DI LAPAS NARKOTIKA BANGLI

BANGLI, INFO_PAS — Dalam rangka penguatan fungsi pengawasan dan peninjauan langsung kualitas layanan pemasyarakatan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas), Gun Gun Gunawan, bersama Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, Kadek Anton Budiharta, mendampingi kunjungan kerja anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli. (11/04)

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara dekat kondisi sarana prasarana, program pembinaan, serta implementasi kebijakan pemasyarakatan di salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di wilayah Bali.

Kedatangan rombongan disambut dengan penampilan tarian kecak dan yel-yel dari warga binaan Lapastik Bangli. Dalam sela-sela peninjauan, rombongan menyambangi berbagai area vital Lapas, mulai dari ruang layanan kesehatan, hingga pusat kegiatan kerja para warga binaan.

Gun Gun Gunawan menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Ditjenpas dalam mendampingi legislatif adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja.

“Kami ingin menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan, khususnya di Lapas Narkotika Bangli, terus bertransformasi menuju arah yang lebih humanis dan produktif,” ujar Gun Gun Gunawan.

Senada dengan hal tersebut, KaKanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah menekankan pentingnya integrasi sistem dalam strategi penyelenggaraan pemasyarakatan. Beliau menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan standarisasi layanan menjadi kunci dalam meminimalisir kendala di lapangan, serta memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku.

Anggota DPR RI, Diah Pitaloka, memberikan apresiasi terhadap kebersihan, ketertiban, serta inovasi pembinaan yang dijalankan di Lapas Narkotika Bangli. Beliau menyoroti pentingnya dukungan anggaran dan regulasi yang sejalan dengan semangat reintegrasi sosial agar para warga binaan memiliki bekal yang cukup saat kembali ke masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan diskusi singkat mengenai tantangan ke depan dalam penanganan kasus narkotika di lingkup pemasyarakatan dan komitmen bersama untuk mewujudkan Lapas yang bersih dari peredaran gelap narkoba (Bersinar).