Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan berkualitas bagi warga binaan. Hal itu terlihat dari partisipasi Kanwil Ditjenpas Bali yang membuka stand pameran hasil karya warga binaan Lapas dan Rutan se-Bali pada gelaran Silaknas dan Milad Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ke-35. (5/12)
Stand pameran ini langsung mencuri perhatian para pengunjung. Beragam produk unggulan—mulai dari kerajinan kayu, anyaman, lukisan, fesyen, hingga produk kriya bernilai seni tinggi—dipamerkan sebagai bukti bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada perubahan sikap, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kemandirian.
Kepala Kanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah menegaskan bahwa keikutsertaan pada acara berskala nasional ini merupakan momentum penting untuk memperkenalkan potensi warga binaan kepada publik. “Kami ingin menunjukkan bahwa di balik tembok lapas, ada kreativitas, kerja keras, dan harapan. Karya-karya ini adalah hasil nyata dari proses pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Decky Nurmansyah.
Pengunjung tampak antusias melihat langsung kualitas produk yang ditampilkan. Banyak yang mengapresiasi ketekunan serta inovasi warga binaan yang mampu menghasilkan karya layak jual dan bernilai ekonomi. Tidak sedikit pula yang melakukan pembelian langsung di lokasi sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian.
Melalui kehadiran di Milad ICMI ke-35 ini, Ditjenpas Bali berharap dapat memperluas jaringan pemasaran, membuka peluang kerja sama, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri warga binaan untuk kembali berkarya setelah bebas.
Partisipasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan di lapas bukan hanya tentang pemidanaan, tetapi juga tentang membuka jalan baru menuju masa depan yang lebih produktif dan bermartabat.
#imipasPRIMA
#kanwilditjenpasbaliRAHAYU
#kemenimipas
#guardandguide
#infoimipas
#pemasyarakatan